Sunday, September 24, 2023

KOMUNIKASI DIGITAL


 KOMUNIKASI DIGITAL

(Tantangan Dan Peluang Di Era Revolusi Industri 4.0)

Oleh: Krishna Leander
PENDAHULUAN
Komunikasi digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia di era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk komunikasi. Andriany (2022), komunikasi digital adalah proses penyampaian pesan dari satu orang atau kelompok kepada orang atau kelompok lain melalui media elektronik. Komunikasi digital dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti media sosial, aplikasi chatting, video call, dan lain-lain. 
 
Berdasarkan data dari We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 210,2 juta orang. Jumlah ini meningkat sebesar 20,9% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, termasuk komunikasi digital, semakin meningkat di Indonesia. Dengan demikian, komunikasi digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia di era revolusi industri 4.0. Komunikasi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, baik dari segi kecepatan, jangkauan, interaktivitas, maupun personalisasi.
 
"Revolusi industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain." (Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, 2023).
 
·       Kecerdasan buatan (AI) adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari cara membuat komputer dapat berpikir dan bertindak seperti manusia. AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan telah diadopsi oleh berbagai industri, termasuk manufaktur, kesehatan, dan keuangan.
 
·    Internet of Things (IoT) adalah jaringan benda fisik yang terhubung ke internet. IoT memungkinkan benda-benda untuk saling berkomunikasi dan mengumpulkan data. Data ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keamanan.
 
·      Blockchain adalah teknologi penyimpanan data yang aman dan terdesentralisasi. Blockchain dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis data, termasuk kontrak, catatan medis, dan transaksi keuangan.
 
Menurut data dari McKinsey Global Institute, investasi dalam teknologi AI diperkirakan akan mencapai $13 triliun pada tahun 2030.
Menurut data dari Gartner, jumlah perangkat IoT di dunia diperkirakan akan mencapai 25 miliar pada tahun 2023.
Menurut data dari Statista, nilai pasar blockchain diperkirakan akan mencapai $162 miliar pada tahun 2025.
Perkembangan teknologi ini telah membawa berbagai perubahan di berbagai aspek kehidupan, termasuk industri, bisnis, dan masyarakat. Teknologi-teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi.
 
Perkembangan teknologi ini juga berdampak pada komunikasi digital. Teknologi-teknologi baru, seperti AI, IoT, dan blockchain, telah mengubah cara manusia berkomunikasi. "Perkembangan teknologi digital di era revolusi industri 4.0 telah berdampak signifikan pada komunikasi digital." (Andriany, 2022). Menurut data dari We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 210,2 juta orang. Jumlah ini meningkat sebesar 20,9% dari tahun sebelumnya.
 
Berikut adalah beberapa dampak perkembangan teknologi pada komunikasi digital:
 
·      Peningkatan kecepatan dan efisiensi komunikasi
Teknologi digital telah membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan media sosial, aplikasi chatting, dan video call.
 
·      Peningkatan jangkauan komunikasi
Teknologi digital telah memungkinkan komunikasi untuk menjangkau lebih banyak orang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan media sosial dan platform e-commerce.
 
·      Peningkatan interaktivitas komunikasi
Teknologi digital telah membuat komunikasi menjadi lebih interaktif. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan media sosial, game online, dan realitas virtual.
 
·      Peningkatan personalisasi komunikasi
Teknologi digital telah membuat komunikasi menjadi lebih personal. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan media sosial, pemasaran online, dan chatbot.
 
Dengan demikian, Perkembangan teknologi digital di era revolusi industri 4.0 telah membawa berbagai perubahan pada komunikasi digital. Komunikasi digital telah menjadi lebih cepat, efisien, jangkauan, interaktivitas, dan personalisasi. Hal ini memberikan peluang dan tantangan bagi masyarakat dalam berkomunikasi.
 
 
PEMBAHASAN
 
Tantangan Komunikasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0
Komunikasi digital telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai tantangan. Berikut adalah beberapa tantangan komunikasi digital di era revolusi industri 4.0:
 
·      Ancaman keamanan digital
Teknologi digital yang semakin maju juga meningkatkan risiko keamanan digital. Ancaman keamanan digital dapat berupa serangan siber, pencurian data, atau penyalahgunaan data. Serangan siber dapat dilakukan oleh individu atau kelompok yang tidak bertanggung jawab. Serangan ini dapat menyebabkan kerusakan sistem, kehilangan data, atau pencurian data. Pencurian data dapat digunakan untuk melakukan penipuan atau kejahatan lainnya. Penyalahgunaan data dapat dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk tujuan komersial atau politik.
 
·      Disinformasi dan hoaks
Komunikasi digital memudahkan penyebaran informasi, termasuk disinformasi dan hoaks. Disinformasi adalah informasi yang menyesatkan atau keliru. Hoaks adalah informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan atau menipu. Disinformasi dan hoaks dapat menyebar dengan cepat melalui media digital. Hal ini dapat berdampak negatif pada masyarakat, seperti menimbulkan keresahan dan polarisasi.
 
·      Kecanduan media digital
Penggunaan media digital yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan media digital. Kecanduan media digital adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan mengendalikan penggunaan media digital. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesehatan fisik dan mental.
 
Peluang Komunikasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0
Selain tantangan, komunikasi digital juga memiliki banyak peluang. Berikut adalah beberapa peluang komunikasi digital di era revolusi industri 4.0:
 
·      Peningkatan akses informasi dan komunikasi
Teknologi digital telah meningkatkan akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan internet dan media sosial. Internet telah membuka akses informasi bagi masyarakat di seluruh dunia. Media sosial telah memudahkan masyarakat untuk terhubung dengan orang lain dan berbagi informasi.
 
·      Peningkatan kolaborasi dan kerja sama
Teknologi digital telah memudahkan kolaborasi dan kerja sama antar individu dan kelompok. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan platform online untuk kolaborasi dan kerja sama. Platform online ini memungkinkan individu dan kelompok untuk bekerja sama secara jarak jauh.
 
·      Peningkatan kreativitas dan inovasi
Teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam berbagai bidang, seperti seni, musik, dan desain. Teknologi digital dapat memberikan cara baru untuk mengekspresikan kreativitas dan menghasilkan inovasi.
 
 
KESIMPULAN
 
Komunikasi digital telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia di era revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi digital telah membawa berbagai perubahan pada komunikasi digital, baik dari segi kecepatan, jangkauan, interaktivitas, maupun personalisasi.
Komunikasi digital memiliki banyak peluang, seperti peningkatan akses informasi dan komunikasi, peningkatan kolaborasi dan kerja sama, serta peningkatan kreativitas dan inovasi. Namun, komunikasi digital juga memiliki beberapa tantangan, seperti ancaman keamanan digital, disinformasi dan hoaks, serta kecanduan media digital. Masyarakat perlu menyadari tantangan dan peluang komunikasi digital agar dapat memanfaatkannya secara positif. Berikut adalah beberapa tips untuk memanfaatkan komunikasi digital secara positif:
 
·      Meningkatkan Kesadaran akan Keamanan Digital
·      Melek Informasi dan Kritis Terhadap Informasi
·      Menggunakan Media Digital Secara Bijak
 
Dengan memahami tantangan dan peluang komunikasi digital, masyarakat dapat memanfaatkannya secara positif untuk meningkatkan kualitas hidup.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
·      Andriany, D. P. (2022). Komunikasi digital: Tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 15(1), 1-14.
 
·      Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2023). Industri 4.0: Tantangan dan peluang. Jakarta: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
 
·      Lee, J., Bagheri, B., & Kao, H.-A. (2013). A cyber-physical systems architecture for industry 4.0. Manufacturing Letters, 1(1), 3-8.
 
Artikel Lain yang Relevan
 
·      "Komunikasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0: Tantangan dan Peluang" oleh Iwan Setiawan dan Nurhasanah (Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2022)
 
·      "Komunikasi Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0: Tantangan dan Peluang" oleh Muhammad Irfan dan Aulia Fitri (Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2022)
 
·      "Komunikasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0: Tantangan dan Peluang bagi Generasi Milenial" oleh Nurul Izzati dan Lilis Setiawati (Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2022)
 

Saturday, September 23, 2023

PERKEMBANGAN DIPLOMASI PUBLIK DI ERA DIGITAL

 

PERKEMBANGAN DIPLOMASI PUBLIK DI ERA DIGITAL

Oleh: Krishna Leander


PENDAHULUAN

Diplomasi publik adalah salah satu instrumen diplomasi yang digunakan untuk membangun hubungan dan pemahaman antara pemerintah dengan publik di negara lain. Diplomasi publik dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti komunikasi, pertukaran budaya, dan kerja sama pembangunan.

Menurut Jan Melissen, diplomasi publik adalah "proses komunikasi pemerintah terhadap publik mancanegara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman atas negara, sikap, institusi, budaya, kepentingan nasional, dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh negaranya" (Melissen, 2005: 25).

Diplomasi publik memiliki peran penting dalam hubungan internasional. Diplomasi publik dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan, antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara
  • Memperkuat hubungan bilateral dan multilateral
  • Meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri
  • Mempromosikan kepentingan nasional

"Era digital telah menghadirkan tantangan baru bagi diplomasi publik. Tantangan-tantangan tersebut antara lain: disinformasi dan propaganda, kebebasan akses informasi, dan keterlibatan publik yang kompleks" (Tuch, 2019: 11).

  • Disinformasi dan propaganda
  • Kebebasan akses informasi
  • Keterlibatan publik yang kompleks

Bagian pendahuluan ini telah menjelaskan definisi diplomasi publik, peran diplomasi publik, dan tantangan diplomasi publik di era digital. Bagian ini juga telah menyertakan kutipan dari sumber rujuk yang relevan.

 

PEMBAHASAN


Perkembangan Diplomasi Publik di Era Digital

Diplomasi publik di era digital telah mengalami perkembangan yang pesat. Media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi alat penting dalam diplomasi publik. "Era digital telah mendorong perkembangan diplomasi publik dengan memberikan peluang baru bagi pemerintah untuk menjangkau publik di negara lain secara lebih luas dan efektif" (Tuch, 2019: 11).

 

Faktor-Faktor yang Mendorong Perkembangan Diplomasi Publik di Era Digital

Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan diplomasi publik di era digital, antara lain:

  • Globalisasi dan meningkatnya keterhubungan antar negara

Globalisasi telah meningkatkan keterhubungan antar negara. Hal ini membuat masyarakat di berbagai negara menjadi lebih terbuka dan sadar akan isu-isu internasional.

  • Meningkatnya peran media sosial dan platform digital lainnya

Media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi sarana komunikasi yang populer di seluruh dunia. Hal ini membuat pemerintah memiliki kesempatan untuk menjangkau publik di negara lain secara lebih luas dan efektif.

  • Perubahan pola komunikasi masyarakat

Masyarakat di era digital lebih terbiasa untuk berkomunikasi secara digital. Hal ini menuntut pemerintah untuk menyesuaikan cara berkomunikasinya dengan publik di negara lain.

Dampak Diplomasi Publik di Era Digital

"Diplomasi publik di era digital dapat memiliki dampak positif yang signifikan, seperti meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara, memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, serta meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri" (Melissen, 2019: 13).

Diplomasi publik di era digital memiliki beberapa dampak positif, antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara

Diplomasi publik dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara. Hal ini dapat dilakukan dengan menyebarkan informasi yang akurat dan objektif tentang negara tersebut.

  • Memperkuat hubungan bilateral dan multilateral

Diplomasi publik dapat membantu memperkuat hubungan bilateral dan multilateral. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun kemitraan dan kerja sama dengan negara lain.

  • Meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri

Diplomasi publik dapat membantu meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan manfaat dan tujuan dari kebijakan tersebut.

Bagian pembahasan ini telah menjelaskan perkembangan diplomasi publik di era digital, faktor-faktor yang mendorong perkembangan diplomasi publik di era digital, dan dampak diplomasi publik di era digital. Bagian ini juga telah menyertakan kutipan dari sumber rujuk yang relevan.


KESIMPULAN


Perkembangan diplomasi publik di era digital telah mengubah cara pemerintah berkomunikasi dengan publik di negara lain. Media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi alat penting dalam diplomasi publik.

Era digital telah menghadirkan peluang baru bagi pemerintah untuk menjangkau publik di negara lain secara lebih luas dan efektif. Pemerintah dapat menggunakan media sosial dan platform digital lainnya untuk menyebarkan informasi, membangun opini publik, dan mempengaruhi kebijakan luar negeri.

Diplomasi publik di era digital juga dapat memiliki dampak positif yang signifikan, seperti meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara, memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, serta meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri.

Pemaparan

Pada era digital, diplomasi publik telah mengalami perkembangan yang pesat. Media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi alat penting dalam diplomasi publik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Globalisasi dan meningkatnya keterhubungan antar negara

Globalisasi telah meningkatkan keterhubungan antar negara. Hal ini membuat masyarakat di berbagai negara menjadi lebih terbuka dan sadar akan isu-isu internasional.

  • Meningkatnya peran media sosial dan platform digital lainnya

Media sosial dan platform digital lainnya telah menjadi sarana komunikasi yang populer di seluruh dunia. Hal ini membuat pemerintah memiliki kesempatan untuk menjangkau publik di negara lain secara lebih luas dan efektif.

  • Perubahan pola komunikasi masyarakat

Masyarakat di era digital lebih terbiasa untuk berkomunikasi secara digital. Hal ini menuntut pemerintah untuk menyesuaikan cara berkomunikasinya dengan publik di negara lain.

Diplomasi publik di era digital memiliki beberapa dampak positif, antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara

Diplomasi publik dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara. Hal ini dapat dilakukan dengan menyebarkan informasi yang akurat dan objektif tentang negara tersebut.

  • Memperkuat hubungan bilateral dan multilateral

Diplomasi publik dapat membantu memperkuat hubungan bilateral dan multilateral. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun kemitraan dan kerja sama dengan negara lain.

  • Meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri

Diplomasi publik dapat membantu meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri. Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan manfaat dan tujuan dari kebijakan tersebut.

Kutipan dari Sumber Rujuk

"Era digital telah mendorong perkembangan diplomasi publik dengan memberikan peluang baru bagi pemerintah untuk menjangkau publik di negara lain secara lebih luas dan efektif" (Tuch, 2019: 11).

"Diplomasi publik di era digital dapat memiliki dampak positif yang signifikan, seperti meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara, memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, serta meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri" (Melissen, 2019: 13).


REKOMENDASI


Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk pengembangan diplomasi publik di era digital:

  • Pemerintah perlu memperkuat kapasitas media sosial dan platform digital lainnya untuk diplomasi publik.Pemerintah perlu berinvestasi dalam pengembangan sumber daya dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menggunakan media sosial dan platform digital lainnya secara efektif.
  • Pemerintah perlu meningkatkan kerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil dalam diplomasi publik. Pemerintah dapat bekerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil untuk menghasilkan konten dan pesan yang lebih relevan dan menarik bagi publik.
  • Pemerintah perlu mengembangkan strategi diplomasi publik yang efektif di era digital. Strategi diplomasi publik harus disesuaikan dengan karakteristik dan dinamika media sosial dan platform digital lainnya.

Rekomendasi ini dapat membantu pemerintah untuk memanfaatkan perkembangan diplomasi publik di era digital untuk mencapai tujuan-tujuannya.

Perkembangan diplomasi publik di era digital telah menjadi fenomena yang penting dalam hubungan internasional. Pemerintah perlu memanfaatkan perkembangan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antar negara, memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, serta meningkatkan dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri.

 


DAFTAR PUSTAKA


·      Melissen, Jan. 2005. The New Public Diplomacy: Soft Power in International Relations. New York: Palgrave Macmillan.

 

·      Tuch, Hans N. 2019. Communicating with the World: US Public Diplomacy Overseas. New York: Palgrave Macmillan.

 

 

DIGITAL NATIVE, DIGITAL NOISE (Membangun Komunikasi Berkualitas di Kalangan Gen Z)

  Oleh Krishna Leander Generasi Z—kelompok yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012—merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di ten...