MEMBONGKAR ESENSI ILMU KOMUNIKASI
Oleh: Krishna Leander
Dalam dunia yang semakin terkoneksi, kita seringkali terlena oleh pesan-pesan yang dikirimkan kepada kita. Namun, pernahkah Anda berpikir bahwa pesan itu hanyalah sebagian kecil dari cerita yang sebenarnya? Inilah esensi ilmu komunikasi, sebuah disiplin yang memahami bahwa medium, atau saluran komunikasi itu sendiri, memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada pesan yang disampaikan melalui medium tersebut.
Ketika kita berbicara tentang ilmu komunikasi, kita sering memikirkan kata-kata, teks, atau pesan yang kita sampaikan melalui berbagai saluran seperti radio, televisi, atau internet. Namun, saya ingin menggeser fokus kita dari apa yang dikatakan kepada cara kita mengatakannya. Dalam pandangan saya, "The medium is the message," yang berarti bahwa medium komunikasi kita membentuk cara kita memahami dunia dan memengaruhi pemikiran dan perilaku kita.
Mari kita ambil contoh sederhana: media sosial. Di era digital ini, kita begitu terbiasa dengan platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Kita menggunakan platform ini untuk berkomunikasi, berbagi foto, dan berinteraksi dengan teman-teman kita. Namun, pertanyaan yang perlu diajukan adalah, "Apa dampak dari medium-media ini pada cara kita memandang diri sendiri dan dunia sekitar kita?"
Media sosial bukan hanya tempat kita berbicara, tetapi juga bentuk media yang menciptakan realitas sosial yang baru. Mereka membentuk cara kita memahami diri kita sendiri melalui self-presentation online. Kita curate identitas kita, memilih apa yang kita bagikan, dan dengan demikian, medium itu sendiri menciptakan pesan tentang siapa kita. Kita tidak hanya mengirim pesan; kita juga adalah pesan tersebut.
Pertanyaan lain yang perlu kita ajukan adalah bagaimana medium komunikasi memengaruhi persepsi waktu dan ruang. Dengan teknologi seperti telepon seluler dan internet, kita hidup dalam dunia yang terus terhubung dan tanpa batas. Konsep ruang dan waktu tradisional kita berubah secara drastis. Jarak fisik tidak lagi menjadi penghalang nyata dalam komunikasi kita, dan waktu bergerak dengan cepat.
Ketika kita menyadari pentingnya medium dalam membentuk realitas kita, kita dapat lebih kritis terhadap informasi yang kita konsumsi. Kita harus mempertanyakan bagaimana medium itu memengaruhi pandangan kita tentang politik, budaya, dan masyarakat. Bagaimana media memengaruhi persepsi kita tentang kebenaran dan kebohongan?
Ilmu komunikasi bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi juga tentang cara kita mengatakan, di mana kita mengatakannya, dan bagaimana hal itu memengaruhi kita sebagai individu dan masyarakat. Dengan memahami bahwa medium adalah pesan, kita dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan pengguna yang lebih bertanggung jawab dari berbagai bentuk komunikasi.
Saya mengajak Anda untuk merenungkan tentang bagaimana medium-media dalam hidup Anda membentuk pemahaman Anda tentang dunia. Dengan menggali lebih dalam pada esensi ilmu komunikasi ini, kita dapat menjadi lebih sadar akan pengaruh yang dimiliki oleh medium-medium itu pada hidup kita. Ingatlah, dalam dunia komunikasi, "The medium is the message."