Showing posts with label Teori Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Teori Komunikasi. Show all posts

Tuesday, January 24, 2023

Perspektif dan Teori Komunikasi


 Perspektif dan Teori Komunikasi    

Ilmu komunikasi adalah ilmu yang bersifat multidisipliner, yang berarti bahwa ia mengambil konsep, perspektif, dan metode dari berbagai disiplin ilmu seperti sosiologi, ilmu politik, psikologi, antropologi, dan lainnya. Hal ini karena komunikasi adalah proses yang sangat kompleks yang melibatkan berbagai aspek sosial, politik, kultural, dan individu.

Konsepsi ilmu komunikasi mencakup berbagai aspek dari komunikasi, seperti proses komunikasi, struktur komunikasi, fungsi komunikasi, dan efek komunikasi. Hal ini mencakup komunikasi antar individu, komunikasi massa, komunikasi organisasi, dan komunikasi global.

Perspektif ilmu komunikasi mencakup berbagai pendekatan, seperti pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis, pendekatan kritis, dan pendekatan konstruktivisme. Hal ini mencakup analisis konten media, analisis proses produksi media, analisis interaksi sosial, dan analisis perubahan sosial.

Perkembangan ilmu komunikasi sebagai ilmu yang multidisipliner berawal dari munculnya komunikasi massa pada abad ke-20, yang menyebabkan munculnya berbagai teori dan pendekatan yang berbeda dalam menganalisis komunikasi. Ilmu komunikasi telah berkembang dari sekedar studi tentang komunikasi massa menjadi studi tentang semua bentuk komunikasi, baik itu tradisional maupun digital.

Ilmu komunikasi saat ini juga mencakup berbagai bidang yang berbeda, seperti komunikasi bisnis, komunikasi politik, komunikasi krisis, dan komunikasi global. Ilmu komunikasi juga berkembang dalam menggunakan teknologi baru untuk menganalisis dan memahami proses komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu komunikasi adalah ilmu yang terus berkembang dan multidisipliner.

 

Teori Dan Model-Model Komunikasi

 

Teori dan model komunikasi yang dikembangkan dalam ilmu komunikasi, di antaranya adalah:

 

1.     Teori Shannon-Weaver: model komunikasi yang dikembangkan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949. Model ini menganggap komunikasi sebagai proses mengirimkan pesan dari pengirim kepada penerima melalui kode atau simbol.

 

2.     Model komunikasi transaksional: model yang dikembangkan oleh Paul Watzlawick dalam bukunya "Analisis Kommunikasi: Prinsip-Prinsip Struktural dari Interaksi Sosial" (1967). Model ini menganggap komunikasi sebagai proses transaksi yang terjadi antara dua orang atau lebih dalam interaksi sosial.

 

3.     Model komunikasi berbasis proses: model yang dikembangkan oleh David Berlo pada tahun 1960. Model ini menganggap komunikasi sebagai proses yang terdiri dari beberapa tahap, seperti pengiriman pesan, penerimaan pesan, interpretasi pesan, dan respon pesan.

 

4.     Model komunikasi spiral: model yang dikembangkan oleh Watzlawick, Beavin, dan Jackson pada tahun 1967. Model ini menganggap komunikasi sebagai proses yang terus berulang dan berkembang dalam interaksi sosial.

 

 

5.     Model komunikasi kritis: model yang dikembangkan oleh teori kritis yang menganggap komunikasi digunakan oleh kelompok-kelompok yang berpengaruh untuk mengontrol opini publik dan tindakan masyarakat

 

Model-model komunikasi ini diharapkan dapat membantu dalam menganalisis dan memahami proses komunikasi dalam masyarakat. Namun, tidak ada satu model yang benar-benar mewakili seluruh proses komunikasi, sehingga analisis yang berdasarkan pada beberapa model atau teori dapat memberikan gambaran yang lebih luas.

 

Fenomena dan Permasalahan Komunikasi

 

Fenomena dan permasalahan komunikasi dapat muncul pada berbagai tataran seperti individu, kelompok dan organisasi serta makro-sosial, baik dalam konteks nasional, regional ataupun global.

 

1.     Pada tataran individu, fenomena komunikasi yang sering muncul adalah komunikasi yang tidak efektif antara individu dan lingkungan sosialnya. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti konflik interpersonal, perasaan tidak diakui, dan kesulitan dalam membuat hubungan sosial yang positif.

 

2.     Pada tataran kelompok, fenomena komunikasi yang sering muncul adalah perbedaan opini dan konflik antar anggota kelompok. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti kesulitan dalam pengambilan keputusan bersama, tidak adanya konsensus, dan konflik yang menyebar ke lingkungan luar kelompok.

 

3.     Pada tataran organisasi, fenomena komunikasi yang sering muncul adalah komunikasi yang tidak efektif antara tingkat manajemen dan karyawan. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti konflik antara manajemen dan karyawan, tidak adanya komitmen dari karyawan terhadap organisasi, dan rendahnya produktivitas.

 

4.     Pada tataran makro-sosial, fenomena komunikasi yang sering muncul adalah komunikasi yang tidak efektif antar negara atau antar etnis. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti konflik antar negara atau antar etnis, diskriminasi, dan tidak adanya kerja sama yang efektif.

 

5.     Permasalahan komunikasi dapat muncul dalam tataran nasional, regional, atau global. Contohnya, permasalahan komunikasi dapat muncul dalam bentuk propaganda politik yang tidak jujur, atau komunikasi yang tidak efektif antar negara yang menyebabkan konflik.

Teori Komunikasi

 


 Teori Komunikasi

Teori komunikasi adalah seperangkat prinsip dan konsep yang digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Teori komunikasi dikembangkan oleh para ahli dalam bidang komunikasi, sosiologi, psikologi, antropologi, dan ilmu politik. 

Ada berbagai teori komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah:

 

1.     Teori komunikasi massa, yang menjelaskan bagaimana media massa mempengaruhi opini publik.

2.     Teori Komunikasi Interpersonal, yang menjelaskan bagaimana individu berkomunikasi satu sama lain dalam interaksi personal.

3.     Teori Komunikasi Organisasi, yang menjelaskan bagaimana komunikasi mempengaruhi dinamika organisasi dan pengambilan keputusan.

4.     Teori Komunikasi Kritis, yang mengeksplorasi bagaimana komunikasi digunakan untuk mempertahankan dominasi sosial dan politik.

5.     Teori komunikasi sosial konstruktivisme yang menjelaskan bahwa realitas sosial dikonstruksi melalui proses komunikasi.

 

Teori komunikasi digunakan untuk memahami dan menjelaskan berbagai aspek komunikasi, seperti proses komunikasi, efek komunikasi, dan konteks komunikasi, dan digunakan oleh para ahli dalam bidang komunikasi untuk memperbaiki praktek dan membuat rekomendasi untuk pengembangan ilmu komunikasi.

 

1.     Teori Komunikasi Massa

 

Teori komunikasi massa adalah sebuah teori yang menjelaskan bagaimana media massa mempengaruhi opini publik. Teori ini dikembangkan oleh para ahli dalam bidang komunikasi, sosiologi, dan ilmu politik untuk menjelaskan bagaimana media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet mempengaruhi cara pandang, sikap, dan tindakan masyarakat. 

Beberapa teori komunikasi massa yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya :

 

a)     Teori Agenda Setting yang dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw, yang menyatakan bahwa media massa dapat mempengaruhi pemilihan topik yang menjadi perhatian publik.

b)    Teori Cultivation yang dikemukakan oleh George Gerbner, yang menyatakan bahwa konsumsi media dapat membentuk persepsi masyarakat tentang dunia nyata.

c)     Teori Two-Step Flow yang dikemukakan oleh Paul Lazarsfeld, Elihu Katz dan Bernard Berelson, yang menyatakan bahwa komunikasi massa diterima dan diinterpretasikan oleh "opinion leader" sebelum diinterpretasikan oleh audiens.

d)    Teori Uses and Gratifications yang dikemukakan oleh Jay Blumler dan Michael Gurevitch, yang menyatakan bahwa audiens menggunakan media massa untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

 

 

2.     Teori Komunikasi Interpersonal

 

Teori komunikasi interpersonal adalah sebuah teori yang menjelaskan bagaimana individu berkomunikasi satu sama lain dalam interaksi personal. Teori ini dikembangkan oleh para ahli dalam bidang komunikasi, psikologi, sosiologi dan antropologi untuk menjelaskan bagaimana individu mengirim dan menerima pesan, memahami dan menafsirkan pesan, serta mengevaluasi dan menanggapi pesan dalam interaksi personal. 

Beberapa teori komunikasi interpersonal yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya:

 

a)     Teori Pengkodean dan Decoding yang dikemukakan oleh Stuart Hall, yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal melibatkan proses pengkodean pesan oleh pengirim dan dekode oleh penerima.

b)    Teori Pengembangan Hubungan yang dikemukakan oleh Schutz dan Goffman, yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal membentuk dan memelihara hubungan antar individu.

c)     Teori Kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Rogers, yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal membentuk dan mempengaruhi kepribadian individu.

d)    Teori Transaksional yang dikemukakan oleh Paul Watzlawick, yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal melibatkan proses transaksi antara individu.

e)     Teori Self-disclosure yang dikemukakan oleh Michael Argyle, yang menyatakan bahwa komunikasi interpersonal melibatkan proses pengungkapan diri.

f)     Teori-teori ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana individu berkomunikasi satu sama lain dalam interaksi personal dan bagaimana komunikasi tersebut mempengaruhi hubungan dan perkembangan individu.

g)    Teori Spiral of Silence yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann, yang menyatakan bahwa individu cenderung untuk tidak berbicara atau mengekspresikan pendapat mereka jika mereka merasa pendapat mereka tidak diakui oleh masyarakat.

 

Teori-teori ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana media massa mempengaruhi opini publik dan cara pandang masyarakat terhadap peristiwa dan isu yang berlangsung di dunia.

 

3.     Teori Komunikasi Organisasi

 

Teori komunikasi organisasi adalah sebuah teori yang menjelaskan bagaimana komunikasi mempengaruhi dinamika organisasi dan pengambilan keputusan. Teori ini dikembangkan oleh para ahli dalam bidang komunikasi, sosiologi, psikologi, dan manajemen untuk menjelaskan bagaimana komunikasi membentuk dan mempengaruhi struktur, proses, dan kinerja organisasi. Beberapa teori komunikasi organisasi yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya :

 

a)     Teori Garis Bawah yang dikemukakan oleh Charles Horton Cooley, yang menyatakan bahwa komunikasi informal di antara anggota organisasi dapat mempengaruhi dinamika organisasi.

b)    Teori Kekuasaan dan Komunikasi yang dikemukakan oleh French dan Raven, yang menyatakan bahwa komunikasi mempengaruhi distribusi kekuasaan dalam organisasi.

c)     Teori Kinerja Organisasi yang dikemukakan oleh James G. March dan Herbert A. Simon, yang menyatakan bahwa komunikasi mempengaruhi kinerja organisasi.

d)    Teori Kebijakan Komunikasi yang dikemukakan oleh Everett Rogers, yang menyatakan bahwa komunikasi mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi.

e)     Teori Komunikasi Organisasi yang dikemukakan oleh J. David Johnson, yang menyatakan bahwa komunikasi mempengaruhi dinamika organisasi dan pengambilan keputusan.

Teori-teori ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana komunikasi mempengaruhi dinamika organisasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

 

4.     Teori Komunikasi Kritis

 

Teori komunikasi kritis adalah pendekatan yang menganalisis bagaimana media dan komunikasi mempengaruhi masyarakat dan memperkuat atau menghambat perubahan sosial. Teori ini menekankan pada analisis struktural dari peran media dan komunikasi dalam masyarakat, serta dampak yang ditimbulkan pada individu dan kelompok yang berbeda. Teori ini juga menekankan pada analisis bagaimana media dan komunikasi digunakan untuk mempertahankan atau mengubah struktur sosial dan politik yang ada. Beberapa tokoh yang dikenal dengan teori komunikasi kritis adalah Antonio Gramsci, Max Horkheimer, Theodor Adorno, Jürgen Habermas, Noam Chomsky, dan Edward Herman.

Beberapa teori komunikasi kritis yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya:

 

a)     Teori Hegemony - dikemukakan oleh Antonio Gramsci, yang menyatakan bahwa media dan komunikasi digunakan oleh kelas atas untuk mempertahankan kekuasaan mereka melalui ideologi yang diterima oleh masyarakat.

b)    Teori Dominasi - dikemukakan oleh Max Horkheimer dan Theodor Adorno, yang menyatakan bahwa media dan komunikasi digunakan oleh kekuatan ekonomi dan politik untuk mengendalikan masyarakat dan mempertahankan status quo.

c)     Teori Dependensi - dikemukakan oleh Fernando Henrique Cardoso dan Enzo Faletto, yang menyatakan bahwa negara-negara berkembang tergantung pada negara-negara maju dalam hal ekonomi, politik, dan komunikasi.

d)    Teori Kebangkitan Media - dikemukakan oleh James Curran dan Natalie Fenton, yang menyatakan bahwa media dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran politik dan mengubah masyarakat.

e)     Teori Represi - dikemukakan oleh Noam Chomsky dan Edward Herman, yang menyatakan bahwa media digunakan oleh kekuatan ekonomi dan politik untuk mengendalikan narasi publik dan menyembunyikan fakta yang tidak sesuai dengan agenda mereka.

f)     Teori Praksis Kritis - dikemukakan oleh Jürgen Habermas, yang menyatakan bahwa komunikasi harus dipertimbangkan dari perspektif sosial, politik, dan ekonomi untuk mengejar kesetaraan dan partisipasi yang adil.

 

5.     Teori Komunikasi Sosial Konstruktivisme

 

Teori komunikasi sosial konstruktivisme adalah teori yang menyatakan bahwa realitas sosial dibentuk oleh proses komunikasi antara individu dan kelompok. Teori ini menekankan bahwa makna dari komunikasi tidak ditentukan oleh makna objektif dari pesan, melainkan oleh interpretasi subjektif dari penerima pesan.

Teori ini juga menekankan bahwa individu dan kelompok dalam masyarakat saling memengaruhi dan membentuk satu sama lain melalui proses komunikasi. Ini berarti bahwa individu dan kelompok dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan orang lain melalui komunikasi yang mereka lakukan.

Tokoh yang dikenal dengan teori komunikasi sosial konstruktivisme adalah George Herbert Mead, Erving Goffman, Harold Garfinkel, Peter Berger dan Thomas Luckmann.

 

Teori komunikasi sosial konstruktivisme adalah teori yang menyatakan bahwa realitas sosial dibentuk oleh proses komunikasi antara individu dan kelompok. Beberapa teori komunikasi sosial konstruktivisme yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya:

 

a)     Teori Interaksionisme Simbolik - dikemukakan oleh George Herbert Mead, yang menyatakan bahwa individu membangun realitas sosial melalui interaksi simbolik dengan orang lain.

b)    Teori Dramaturgi - dikemukakan oleh Erving Goffman, yang menyatakan bahwa individu memainkan peran sosial dalam interaksi dengan orang lain dan membentuk realitas sosial melalui interaksi tersebut.

c)     Teori Etnometodologi - dikemukakan oleh Harold Garfinkel, yang menyatakan bahwa individu mengkonstruksi realitas sosial melalui proses pemahaman dan penerapan norma sosial dalam interaksi dengan orang lain.

d)    Teori Sosiologi Kontruktivisme - dikemukakan oleh Peter Berger dan Thomas Luckmann, yang menyatakan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses interaksi sosial.

e)     Dalam teori komunikasi sosial konstruktivisme, realitas sosial dianggap sebagai konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi dan komunikasi antara individu dan kelompok.

 

Tuesday, January 17, 2023

Mengenal Konsep Dasar Ilmu Komunikasi



Mengenal Konsep Dasar Ilmu Komunikasi

Konsep dasar ilmu komunikasi meliputi:

1.    Komunikator: Seseorang atau sekelompok orang yang mengirimkan pesan.
2.    Pesan: Informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator.
3.    Media: Alat atau jalur yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
4.    Penerima: Seseorang atau sekelompok orang yang menerima pesan.
5.    Proses komunikasi: Cara pesan diterima, diterjemahkan, dan direspon oleh penerima.
6.    Efek komunikasi: Bagaimana komunikasi mempengaruhi individu, kelompok, dan masyarakat.

 

Ilmu komunikasi adalah studi tentang cara seseorang atau sekelompok orang berkomunikasi satu sama lain. Ini meliputi analisis tentang bagaimana pesan diterima, diterjemahkan, dan direspon oleh penerima. Konsep dasar dari ilmu komunikasi termasuk komunikator, pesan, media, dan penerima. Ilmu komunikasi juga mencakup studi tentang efek komunikasi pada individu, kelompok, dan masyarakat. Beberapa bidang dalam ilmu komunikasi meliputi komunikasi interpersonal, komunikasi massa, dan komunikasi organisasi.

 

Komunikasi interpersonal

Komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi antara dua atau lebih orang yang saling berinteraksi secara langsung. Ini meliputi berkomunikasi melalui lisan, nonverbal, atau kombinasi keduanya. Komunikasi interpersonal dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti dalam keluarga, hubungan romantis, atau situasi kerja. Dalam komunikasi interpersonal, pesan dapat diterima dan direspon secara langsung, sehingga memberi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk mengevaluasi dan mengoreksi pesan jika diperlukan. Beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal meliputi kepercayaan, empati, dan kemampuan mendengarkan aktif.

 

Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang menggunakan media massa untuk menyampaikan pesan kepada sejumlah besar orang. Media massa dapat berupa televisi, radio, surat kabar, majalah, atau internet. Komunikasi massa dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai jenis pesan, seperti berita, hiburan, iklan, atau informasi edukatif.

Dalam komunikasi massa, pesan diterima oleh penerima secara pasif, artinya penerima tidak dapat mengevaluasi atau mengoreksi pesan yang diterima. Ini berbeda dari komunikasi interpersonal, di mana penerima dapat memberikan respons secara langsung. Beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi massa meliputi efektivitas iklan, pemilihan media, dan pemilihan audiens.

Komunikasi massa juga dapat digunakan untuk mempengaruhi opini publik dan membentuk pandangan masyarakat tentang berbagai isu. Oleh karena itu, komunikasi massa sangat penting dalam dunia politik dan bisnis. Namun, komunikasi massa juga dapat digunakan untuk menyebarluaskan propaganda atau informasi yang tidak benar, yang dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat.

 

Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi adalah proses komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Ini meliputi komunikasi antara anggota organisasi, antara departemen atau unit kerja, serta antara organisasi dan lingkungan eksternalnya.

Komunikasi organisasi dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai jenis pesan, seperti strategi, tujuan, kebijakan, atau informasi operasional. Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dapat mempengaruhi efektivitas kerja, motivasi, dan kinerja karyawan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi komunikasi organisasi meliputi struktur organisasi, kultur organisasi, dan teknologi komunikasi. Struktur organisasi dapat mempengaruhi aliran informasi dan otoritas, sementara kultur organisasi dapat mempengaruhi gaya komunikasi yang digunakan. Teknologi komunikasi seperti email, pesan instan, atau aplikasi kolaborasi dapat memudahkan komunikasi dalam organisasi.

Komunikasi yang efektif dalam organisasi sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi konflik. Oleh karena itu, manajer harus memastikan bahwa komunikasi dalam organisasi berjalan dengan baik dan memperhatikan kebutuhan karyawan dan lingkungan eksternal.

Komunikasi Inovasi

Komunikasi Inovasi Oleh: Krishna Leander                        Komunikasi inovasi merupakan salah satu aspek penting dalam proses penyebara...